Jumat, 27 Juli 2012

KONSEP DASAR ANALISIS LAPORAN KEUANGAN


KATA  PENGANTAR

                        Puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas karunia dan nikmat-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini tepat waktu. Makalah ini diajukan untuk melengkapi salah satu syarat mengikuti perkuliahan Analisis Laporan Keuangan Syari’ah
             Selama pencarian referensi dan penyusunan makalah ini, tidak sedikit kendala yang penulis hadapi. Namun, berkat arahan dan bimbingan dari pihak-pihak terkait, maka kendala tersebut dapat diatasi. Untuk itu, secara khusus penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi moral dan material dalam penyusunan makalah ini. Semoga Allah SWT memberi rahmat dan hidayah atas kontribusi tersebut.
            Penulis menyadari banyak kekurangan dalam makalah ini karena berbagai keterbatasan penulis. Karena itu, kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat penulis harapkan.
            Akhirnya, penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan dan bagi perkembangan  Ekonomi pada umumnya.


BAB I
PEMBAHASAN
KONSEP ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

1.      Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Terdiri dari 2 kata :
1.      Analisis, yang berarti penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan, memecahkan atau menguraikan sesuatu unit menjadi berbagai unit terkecil.
2.      Laporan keuangan, meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan.
Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang digunakan untuk mengkomunikasikan keadaan keuangan atau prestasi manajeman dengan pihak yang berkepentingan. Dengan laporan keuangan kita akan mengetahui kondisi keuangan suatu badan usaha.
Jadi analisis laporan keuangan merupakan proses untuk membedah laporan keuangan, menelaah masing-masing unsur dan menelaah hubungan di antara unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan.
Menurut para ahli, pengertian analisis laporan keuangan sebagai berikut :
1.      Menurut Bernstein ( 1983 ; 3 ), analisis laporan keuangan mencakup penerapan metode dan teknik analitis atas laporan keuangan dan data lainnya untuk melihat dari laporan itu ukuran – ukuran  dan hubungan tertentu yang sangat berguna dalam proses pengambilan keputusan.
Di sini kegiatan analisis laporan keuangan berfungsi untuk mengonversikan data yang berasal dari laporan sebagai bahan mentahnya menjadi informasi yang lebih berguna, lebih mendalam dan lebih tajam dengan teknik tertentu.
2.      Menurut Foster ( 1968 : 58 ), analisis laporan keuangan adalah mempelajari hubungan – hubungan di dalam suatu set laporan keuangan pada suatu saat tertentu dan kecendrungan – kecendrungan dari hubungan ini sepanjang waktu.
Analisis laporan keuangan memiliki sifat – sifat sebagai berikut :
1.      Fokus laporan adalah Laporan Laba Rugi, Neraca, Arus Kas, yang merupakan akumulasi transaksi dari kejadian histories dan penyebab terjadinya dalam suatu perusahaan
2.      Prediksi, analisis mengkaji implikasi kejadian yang telah berlalu terhadap dampak dan prospek perkembangan keuangan perusahaan dimasa yang akan datang.
3.      Dasar analisis adalah laporan keuangan yang memiliki sifat dan prinsip tersendiri sehingga analisis sangat tergantung pada kualitas laporan ini. Penguasaan pada sifat akuntansi, prinsip akuntansi sangat diperlukan dalam menganalisis laporan keuangan.
SIFAT DASAR AKUNTANSI
Sifat dasar atau prinsip yang mendasari akuntansi keuangan merupakan konsep yang harus diyakini kebenarannya sebagai dasar dari ilmu akuntansi itu dibangun. Prinsip dasar akuntansi ini bias menjadi keterbasan atau sekaligus kekuatan informasi yang nanti akan dibahas lebih lanjut. Dalam APB Statement No. 4 dijelaskan beberapa sifat dan elemen dasar dari akuntansi keuangan sebagai berikut: 
1. Accounting Entity
Dalam menyusun informasi akuntansi, yang menjadi focus pencatatan akuntansi adalah entity atau lembaga, utit organisasi tertentu harus jelas sebagai suatu entity yang terpisah dari badan atau entity yang lain. Kita tidak bisa mencatat atau menyajikan informasi akuntansi sekaligus menyangkut suatu perusahaan dan pemiliknya. Informasi yang disusun harus masing-masing terpisah antara satu entity dengan entity yang lain. 
2. Going Concern
Dalam menyusun atau memahami laporan keuangan harus dianggap bahwa perusahaan (entity) yang dilaporkan akan terus beroperasi di masa-masa yang akan dating., tidak ada sama sekali asumsi bahwa perusahaan ini akan bubar. Prinsip ini menjadi dasar bagi kewajaran nilai yang dicantumkan dalam informasi keuangan.
3. Measurement
Akuntansi adalah sebagai alat pengukuran sumber-sumber ekonomi (ekonomi resources) dan kewajiban (liability) beserta perubahannya yang terjadi akibat operasi perusahaan. Akuntansi mencoba mengukur nilai suatu asset, kewajiban, modal, hasil, dan biaya. 
4. Time Period
Laporan keuangan menyajikan informasi untuk suatu waktu tertentu, tanggal tertentu atau periode tertentu. Neraca menggambarkan nilai kekayaan, utang, dan modal pada saat atau pada tanggal tertentu. Laporan rugi laba menggambarkan informasi hasil (pendapatan dan biaya) usaha pada periode tertentu. Sementara itu laporan arus kas menggambarkan informasi arus kas masuk dan keluar pada periode tertentu, dari satu tanggal ke tanggal yang baik.
5. Moneteyu unit 
Pengukuran yang dipakai dalam akuntansi adalah dalam bentuk ukuran moneter atau uang. Semua transaksi perusahaan dikuantifikasikan dan dilaporkan dalam bentuk nilai uang bukan unit buah, luas meter, kilogram, dan sebagainya. 
6. Accrual 
Penentuan pendapatan dan biaya dari posisi harta dan kewajiban ditetapkannya tanpa melihat apakah transaksi kas telah dilakukan atau tidak. Penentuannya bukan keterlibatan kas, tetapi didasarkan pada faktor legalnya apakah memang sudah merupakan hak (pendapatan) atau kewajiban (biaya) perusahaan atau belum. Kalau sudah, harus dicatat tanpa menunggu pembayaran atau penerimaan kas. 
7. Exchange Price
Nilai yang terdapat dalam laporan keuangan umumnya didasarkan pada harga pertukaran yang diperoleh dari harga pasar sebagai pertemuan bargaining antara pembeli (demand) dan penjual (supply). 
8. Approximation
Dalam akuntansi tidak dapat dihindarkan penafsiran-penafsiran, baik nilai, harga, umur, jumlah penyisian piutang ragu, kerugian, dan sebagainya. Misalnya taksiran umur asset, taksiran harga persediaan, harga surat berharga, penyisihan piutang ragu, dan lain sebagainya. 
9. Judgment
Dalam menyusun laporan keuangan banyak diperlukan pertimbangan-pertimbangan akuntan manajemen berdasarkan keahlian atau pengalaman yang dimilikinya. 
10. General Purpose
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang dihasilkan akuntansi keuangan ditujukan buat pemakai secara umum, bukan pemakai khusus. Tidak ditujukan khusus kepada banker, investor, kreditor, analis, manajemen, atau karyawan, tetapi ke semua pihak. 
11. Interrelated Statement
Neraca, daftar Laba Rugi, dan Laporan Sumber dan Penggunaan Kas, mempunyai hubungan yang sangat erat dan berkaitan satu sama lain. Ini merupakan salah satu alat control akuntansi sehingga tidak mudah melakukan rekayasa laporan begitu saja tanpa memperhatikan hubungan satu pos (akun) dengan pos lainnya. 
12. Subtance Over Form
Karea akuntansi ingin memberikan informasi yang dipercaya bagi pengambil keputusan, akuntansi lebih menekankan penggunaan informasi yang berasal dari kenyataan ekonomis suatu kejadian daripada bukti legalnya. Akuntansi selalu berpihak pada kenyataan yang sebenarnya.
13. Matreality
Laporan keuangan hanya memuat informasi yang dianggap penting dalam setiap pertimbangan yang dilakukannya tetap melihat signifikannya. Pengertian penting disini adalah jika informasi itu dapat mempengaruhi para pengambil keputusan yang normal


Kalau kita gambarkan pengertian ini dapat kita lihat dari skema berikut :


2.      Tujuan Analisis Laporan Keuangan
Tujuan analisis laporan keuangan secara lengkap adalah sebagai berikut :
1.      Memberikan informasi yang  lebih luas, lebih dalam daripada yang terdapat dari laporan keuangan biasa.
2.      Menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata ( explicit ) dari suatu laporan keuangan atau yang berada dibalik laporan keuangan ( implicit )
3.      Mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan
4.      Membongkar hal – hal yang bersifat tidak konsisten dalam hubungannya dengan suatu laporan keuangan baik dikaitkan dengan komponen intern laporan keuangan maupun kaitannya dengan informasi yang diperoleh dari luar perusahaan
5.      Mengetahui sifat – sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan model – model dan teori – teori yang terdapat di lapangan seperti untuk prediksi, peningkatan
6.      Memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan, seperti :
1.      Menilai prestasi keuangan
2.      Memproyeksi keuangan perusahaan
3.      Menilai kondisi keuangan masa lalu dan sekarang dari aspek tertentu :
-     Posisis Keuangan
-    Hasil usaha perusahaan
-    Likuiditas
-    Solvabilitas
-    Aktivitas
-    Rentabilitas
-    Dan lain – lain
4.      Menilai perkembangan dari waktu kewaktu
5.      Melihat komposisi struktur keuangan dan arus dana
6.      Menentukan peringkat perusahaan menurut criteria tertentu yang sudah dikenal dalam dunia bisnis
7.      Membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan lainnya
8.      Memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami perusahaan, baik posisi keuangan, hasil usaha, struktur keuangan dan lain – lainnya
9.      Memprediksi potensi apa yang mungkin dialami perusahaan di masa yang kan datang.
Menurut Bernstein ( 1983 ), tujuan analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut :
1.      Screening
Analisis dilakukan dengan melihat secara analisis laporan keuangan dengan tujuan untuk memilih kemungkinan investasi atau merger
2.      Forcasting
Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan di masa yang akan datang
3.      Diagnosis
Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah – masalah yang terjadi baik dalam manajemen, operasi, keuangan atau masalah lain
4.      Evaluation
Analisis dilakukan untuk menilai prestasi manajemen, operasional, efisiensi dan lain – lain.

3.      Objek Analisis Laporan Keuangan
1.      Analisis Laba Rugi
Merupakan media untuk mengetahui keberhasilan operasional perusahaan, keadaan usaha, kemampuan memperoleh laba, efektivitas operasi. Adapun yang menjadi focus analisisnya adalah :
  1. Tren penjualan
  2. Harga pokok produksi
  3. Biaya over head
  4. Margin yang diperoleh.
Poin – poin ini dapat dibandingkan dengan rata – rata prestasi perusahaan sejenis atau perusahaan tertentu yang dapat dianggap sebagai saingan atau berprestasi baik.
2.      Analisis Neraca.
Analisis neraca merupakan refleksi hasil yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu dan modal yang digunakan untuk melaksanakan dan mencapainya. Adapun yang menjadi focus adalah :
  1. Mutu  dan kecukupan aktiva, hutang dan modal
  2. Sifat dan jangka waktu siklus usaha perusahaan
  3. Analisis struktur utang
  4. Analisis Arus Kas
Analisis arus kas menunjukkan pergerakan arus kas dari mana sumber kas diperoleh dan kemana dialirkan yang bersumber dari operasional, pembiayaan dan investasi.
         Hasil analisis laporan keuangan akan bisa membuka tabir berikut ini :
        Kesalahan proses akuntansi seperti : kesalahan pencatatan, kesalahan pembukuan, kesalahan, jumlah, kesalahan perkiraan, kesalahan posting, kesalahan jurnal.
        Kesalahan lain yang disengaja. Misalnya tidak mencatat, pencatatan harga yang tidak wajar, menghilangkan data, income smoothing dan lain sebagainya.
4.      Unsur-unsur Terciptanya LK
        Unsur yang mempengaruhi seperti :
Factor ekonomi
factor industri
factor orientasi bisnis melalui keputusan-keputusan yang diambilnya baik berupa segmen bisnis, keputusan mengenai keuangan dan operasi
Gabungan factor-faktor ini bercampur dalam suatu unit entitas perusahaan. Transaksi yang terjadi dicatat melalui metode akuntansi yang standard dan akhirnya menghasilkan laporan keuangan yang dapat dijadikan sebagai informasi untuk pengambilan keputusan
5.      Keterbatasan Analisis Laporan Keuangan
  1. Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah berlalu.
  2. Laporan keuangan menggambarkan nilai harga pokok atau pertukaran pada saat terjadinya transaksi
  3. Laporan keuangan bersifat umum, dan tidak dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu.
  4. Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan dalam memilih alternative
  5. Laporan keuangan tidak mencakup informasi yang tidak material, batasan terhadap istilah dan jumlahnya agak kabur
  6. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian.
  7. Laporan keuangan disusun dengan istilah – istilah teknis, dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi
  8. Akuntansi didominasi dengan informasi kuantitatif
  9. Perubahan daya beli uang tidak tergambar dalam laporan keuangan.

6.      Kelemahan Analisis Laporan Keuangan.
  1. Objek Analisis laporan keuangan hanya didasarkan kepada laporan keuangan.
  2. Objek analisis adalah data historis yang menggambarkan masa lalu dan kondisi ini bisa berbeda dengan dengan kondisi masa depan
  3. Adanya perbedaan prinsip jika membandingkan suatu perusahaan dengan perusahaan yang lain
  4. Kelemahan teknik analisis rasio, yaitu :
a.       Rasio diambil dari data akuntansi yang memiliki sifat – sifat tertentu yang memerlukan tafsiran tersendiri.
b.      Penentuan baik atau buruknya rasio turn over sangat relative dan memerlukan penafsiran tersendiri
c.       Standar pembandingan rasio umum juga perlu penafsiran khusus
d.      Laporan keuangan yang dianalisis tidak menggambarkan perubahan nilai uang dan tenaga belinya

7.      Jenis – jenis Analisa Laporan Keuangan
Ada beberapa jenis analisa yang dapat dilakukan, yaitu:
1.      Analisa Internal adalah analisa yang dilakukan oleh mereka yang bisa mendapatkan informasi yang lengkap dan terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisa demikian terutama dilakukan oleh manajemen dalam mengukur efisiensi usaha dan menjelaskan perubahan yang terjadi dalam kondisi keuangan. Bagi seorang penganalisa intern, selain laporan-laporan keuangan yang diumumkan pada publik, juga tersedia laporan-laporan intern yang biasa tidak diumumkan dan hanya dipakai untuk maksud-maksud intern
2.      Analisa Eksternal adalah analisa yang dilakukan oleh mereka yang tidak bisa mendapatkan data yang terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisa demikian dilakukan oleh bank-bank, para kreditur, pemegang saham, calon pemegang saham dan lain-lain seperti dalam hal mengukur tingkat likuiditas dan profitabilitas. Bagi seorang penganalisa ekstern hanya tersedia laporan-laporan keuangan yang lazimnya diumumkan pada publik yaitu neraca dan laporan laba-rugi. Karena terbatasnya data yang bisa didapatkan oleh penganalisa ekstern maka analisa tersebut tentu tidak bisa sedemikian mendalam seperti yang dilakukan oleh seorang penganalisa intern
3.      Analisa Horisontal adalah analisa perkembangan data keuangan dan data operasi perusahaan dari tahun ke tahun guna mengetahui kekuatan aatu kelemahan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Analisis ini terdiri dari Comparative Statements dan Index Number Series
4.      Analisa Vertikal adalah analisa laporan keuangan yang terbatas hanya pada satu periode akuntansi saja. Analisis ini terdiri dari Common Size Financial Statement dan Ratio Analysis.

8.      Teknik – teknik Analisis Laporan Keuangan
Teknik analisis laporan keuangan, yaitu:
1.      Analisa perbandingan
Analisa perbandingan dilakukan berdasarkan laporan keuangan yang disusun secara horisontal dan dibandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lain dalam rupiah maupun unit. Analisis laporan keuangan dengan teknik ini dapat menunjukkan adanya kenaikan atau penurunan pos-pos dalam laporan keuangan dalam rupiah, unit, persentase dan perbandingan atau rasio
2.      Common size
Teknik common size menggunakan pola atau teknik penyederhanaan angka dalam laporan keuangan. Analisis laporan keuangan dengan teknik ini memerlukan angka dasar sebagai dasar perhitungan konversi, untuk neraca biasanya menggunakan total aktiva atau total pasiva sebagai dasar dengan angka 100%
3.      Analisis indeks dan trend
Analisis laporan keuangan dengan teknik angka indeks disusun berdasarkan laporan keuangan beberapa periode. Analisis ini mengubah semua angka dalam suatu laporan keuangan pada tahun dasar menjadi angka 100 atau angka indeks. Pemilihan tahun dasar tidak selalu berpatokan pada tahun yang paling awal, tetapi tahun yang dianggap normal. Laporan keuangan yang dibandingkan dikonversikan ke indeks sehingga menjadi laporan indeks berseri dengan tahun dasar yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Teknik analisis trend digunakan untuk memproyeksi keuangan perusahaan berdasarkan data historis laporan keuangan beberapa periode
4.      Analisis rasio
Teknik analisis rasio dilakukan dengan membandingkan data laporan keuangan dengan pos keuangan yang relevan dan signifikan
Dengan melakukan analisa terhadap laporan keuangan maka informasi yang terdapat dalam laporan keuangan akan lebih luas dan dalam, hubungan antara pos yang satu dengan pos yang lain dapat dijadikan indikasi
9.      Prinsip – Prinsip Dan Konsep – Konsep Akuntansi
a.       Konsep kesatuan usaha (business entity)
b.      Konsep kelangsungan hidup (going concern0
c.       Konsep satuan pengukuran ( unit of measurement)
d.      Konsep harga pokok ( cost)
e.       Konsep realisasi (realization)
f.       Konsep nilai uang stabil (stable rupiah)
g.      Konsep periode waktu ( time period)
h.      Konsep objektivitas (objective evidence)
i.        Konsep keterbukaan (disclosure)
j.        Konsep konsistensi (consistency)
k.      Konsep konservatisme (conservatism)
l.        Konsep perbandingan hasil – ongkos (watching revenue and cost)

10.  Analisis laporan Keuangan Bank Syariah                
            Gambaran kinerja suatu bank baik umum maupun syariah biasanya tercermin dalam laporan keuangannya. Laporan keuangan bertujuan untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pihak – pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan ekonomi seperti :
1.      Pemilik dana/ shahibul maal
2.      Pihak-pihak yang memanfaatkan dan menerima penyaluran dana
3.      Pembayar zakat, infak dan shadaqah
4.      Pemegang saham
5.      Otoritas pengawasan
6.      Bank Indonesia
7.      Pemerintah
8.      Lembaga penjamin simpanan
9.      Masyarakat.

Rasio – RasioKeuangan Bank Syariah di Indonesia
            Hingga saat ini analisis rasio keungan bank syariah msih menggunakan aturan yang berlaku di bank konvensional. Jenis analisis rasio keuangan dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu:
1.      Perbandingan internal. Analisis dengan membandingkan rasio periode sekarang dengan periode yang lalu dan yang akan datang untuk perusahaan yang sama.
2.      Perbandingan eksternal. Analisis dilakukan dengan membandingkan rasio perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis  dengan rata-rata industri pada suatu titik yang sama.
Jenis – jenis Rasio Keuangan Bank
1.      Rasio Likuiditas, adalah ukuran kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, meliputi :
a.       Rasio Lancar (current ratio), adalah kemampuan bank untuk membayar utang dengan menggunakan aktiva lancar  yang dimiliki.
Rasio lancar = Kas + Penempatan / Utang lancar
 
 


b.      Rasio Cepat (quick ratio), adalah ukuran untuk mengetahui kemampuan bank dalam utang jangka pendeknya dengan aktiva lancar yang lebih likuid.
Rasio cepat = Kas / Utang lancar
lancar
 
 


c.      
Rasio Pembiayaan Terhadap Pihak Ketiga = Total Pembiayaan / Total DPK lancar
 
Rasio Pembiayaan terhadap Dana Pihak Ketiga (financiang Deposit Ratio), menunjukkan kesehatan bank dalam memberikan pembiayaan.


2.      Rasio Aktivitas, adalah ukuran untuk menilai tingkat efesiensi bank dalam memanfaatkan sumber dana yang dimilikinya, rasio ini meliputi :
a.       Perputaran Aktiva Tetap, adalah kemampuan aktivitas (efesiensi) dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva tetap bank dalam suatu periode tertentu dengan jumlah keseluruhan aktiva.
Perputaran  aktiva tetap = Aktiva tetap / Total aktiva
lancar
 
 


b.     
Perputaran aktiva total = Pendapatan operasional / Total aktiva lancar
 
Perputaran Aktiva Total, adalah rasio yang menunjukkan kemampuan dana yang ertanam dalam keseluruhan aktiva berputar dalam suatu periode tertentu atau kemampuan bank dalam mengelola sumberdana dalam menghasilkan pendapatan.


3.      Rasio Profitabilitas,  adalah rasio yang menunjukkan tingkat efektivitas yang dicapai melalui usaha operasional bank, yang meliputi :
a.       Margin laba (profit margin), adalah gambaran efesiensi suatu bank dalam menghasilkan laba.
Margin laba = Laba / Total pendapatan lancar
 
 


b.     
Pengembalian atas aktiva = Laba / total aktiva
 
Pengembalian atas aktiva (return on asset), adalah rasio yang menggarkan kemampuan bank dalam mengelola dana yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva yang menghasilkan keuntungan.


4.      Rasio Biaya, adalah menunjukkan tingkat efesiensi kinerja operasional bank. Penentuan besarnya rasio ini dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Rasio biaya = Biaya opersional  / Pendapatan operasional
 
 






11.  Langkah – langkah Analisis Laporan Keuangan

LAPORAN KEUANGAN
1.      Defenisi Laporan Keuangan
Menurut Myer dalam bukunya Financial Statement Analysis mengatakan bahwa yang dimaksud dengan laporan keuangan adalah :
“ Dua daftar yang disusun oleh Akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah daftar neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar rugi laba”.
Dalam Standar Akuntansi Keuangan ( Ikatan Akuntan Indonesia ) dikatakan bahwa laporan keuangan adalah :
“Neraca dan perhitungan rugi laba serta segala keterangan – keterangan yang dimuat didalam lampiran-lampirannya antara lain laporan arus kas”
Jadi dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak – pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas tersebut.
Bagi para analis, laporan keuangan merupakan media yang paling penting untuk menilai prestasi dan kondisi ekonomis suatu perusahaan.
2.      Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi adalah proses – proses yang  harus dilalui untuk menghasilkan suatu laporan keuangan dalam satu periode tertentu.
Siklus akuntansi dapat dilihat seperti di bawah ini :
  1. Transaksi
  2. Dokumen Transaksi
  3. Jurnal
  4. Buku Besar
  5. Trial Balance
  6. Jurnal Adjustmen
  7. Laporan Keuangan
  8. Neraca
3.      Bentuk-Bentuk Laporan Keuangan
Neraca adalah laporan yang sistematis yang menggambarkan posisi aktiva, hutang serta modal dari suatu perusahaan pada saat tertentu.
Isi atau elemen neraca adalah sebagai berikut :
1.      Aset ( harta, aktiva )
Pengertian asset secara teoritis dikemukakan oleh berbagai pihak sebagai berikut :
-.    APB (Accounting Principles Board) Statement mendefenisikan asset sebagai kekayaan ekonomi perusahaan, termasuk di dalamnya pembebanan yang ditunda, yang dinilai dan diakui sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
-.    FASB (Financial Accounting Standards Board) memberikan defenisi asset adalah kemungkinan keuntungan ekonomi yang diperoleh atau dikuasai di masa yang akan datang oleh lembaga tertentu sebagai akibat transaksi atau kejadian yang sudah berlalu.
Pada dasarnya aktiva  dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian utama, yaitu :
1.      Aktiva lancar, yaitu uang kas dan aktiva lainnya yang dapat diharapkan untuk dicairkan atau ditukar menjadi uang tunai. Seperti : Kas, Investasi jangka pendek ( surat berharga ), piutang wesel, piutang dagang, persediaan, persekot / biaya dibayar dimuka.
2.      Aktiva tidak lancar, adalah aktiva yang mempunyai umur kegunaan relative permanent atau jangka panjang. Seperti : Investasi jangka panjang, aktiva tetap, aktiva tidak berujud, beban yang ditangguhkan dan aktiva lain-lain.
3.      Liabilities ( kewajiban, utang )
Pengertian liabilties secara teoritis dikemukakan oleh berbagai pihak sebagai berikut :
-.    APB Statement mendefinisikan kewajiban adalah kewajiban ekonomis dari suatu perusahaan yang diakui dan dinilai sesuai  prinsip akuntansi.
-.    FASB memberikan defenisi kewajiban adalah kemungkinan pengorbanan kekayaan ekonomis di masa yang akan datang yang timbul akibat kewajiban perusahaan sekarang untuk memberikan harta atau memberikan jasa kepada pihak lain di masa yang akan datang sebagai akibat suatu transaksi atau kejadian yang sudah terjadi.
Hutang biasa di definisikan sebagai pengorbanan ekonomis yang mungkin timbul di masa mendatang dari kewajiban perusahaan sekarang untuk mentransfer asset atau memberikan jasa kepihak lain dimasa mendatang.
Pada dasarnya utang  dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian utama, yaitu :
1.      Utang lancar, adalah kewajiban keuangan perusahaan yang pelunasannya atau pembayaran akan dilakukan dalam jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan.     Seperti : Utang dagang, utang wesel, utang pajak, biaya yang masih harus dibayar, hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo, penghasilan diterima dimuka.
2.      Utang jangka panjang, adalah kewajiban keuangan yang jangka waktu pembayarannya masih jangka panjang, seperti : Utang obligasi, utang Hipotek, dan pinjaman jangka panjang lainnya.
3.      Modal ( Equity )
Equity adalah suatu hak yang tersisa atas aktiva suatu lembaga setelah dikurangi kewajibannya.
Dalam perusahaan perseorangan nilai modal ini merupakan modal pemiliknya sendiri. Sedangkan dalam perusahaan perseroan perlu dibedakan antara modal setor dengan modal karena pendapatan.
4.      Daftar laba rugi
Pengertian rugi laba secara teoritis dikemukakan oleh berbagai pihak sebagai berikut :
-.    APB Statement mendefenisikan laba rugi sebagai kelebihan / deficit penghasilan di atas biaya selama satu periode akuntansi.
-.    FASB memberikan defenisi rugi laba sebagai perubahan dalam equity dari suatu entity selama suatu periode tertentu yang diakibatkan oleh transaksi dan kejadian atau peristiwa yang berasal dari bukan pemilik.
Atau dapat juga dikatakan bahwa rugi laba meringkaskan hasil dari kegiatan perusahaan selama periode akuntansi tertentu.
Isi atau elemen neraca adalah sebagai berikut :
1.      Revenue ( Hasil )
Pengertian revenue secara teoritis dikemukakan oleh berbagai pihak sebagai berikut :
-.    APB mendefenisikan revenue sebagai kenaikan gross di dalam asset dan penurunan gross dalam kewajiban yang dinilai berdasarkan prinsip akuntansi yang berasal dari kegiatan mencari laba.
-.    FASB memberikan defenisi revenue sebagai arus masuk atau peningkatan nilai asset dari suatu entity atau penyelesaian kewajiban dari entity atau gabungan keduanya selama periode tertentu yang berasal dari penyerahan / produksi barang, pemberian jasa atas pelaksana kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama perusahaan yang sedang berjalan.
Juga dapat dikatakan bahwa revenue adalah sebagai asset masuk atau asset yang naik nilainya atau utang yang semakin berkurang atau kombinasi dari tiga hal tersebut selama periode dimana perusahaan memproduksi dan menyerahkan barang atau memberikan jasa.
1.      Biaya ( Expense )
-.    APB mendefenisikan expense sebagai penurunan gross dalam asset dan kenaikan gross dalam kewajiban yang diakui dan dinilai menurut prinsip akuntansi yang diterima yang berasal dari kegiatan mencari laba yang dilakukan perusahaan.
-.    FASB memberikan defenisi expense sebagai arus keluar aktiva atau munculnya kewajiban atau kombinasi keduanya selama suatu periode yang disebabkan oleh pengiriman barang, pembuatan barang, pembebanan jasa atau pelaksanaan kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama perusahaan.
Dengan kata lain biaya adalah sebagai asset keluar atau pihak lain memanfaatkan asset perusahaan atau munculnya utang atau kombinasi antar ketiganya selama periode dimana perusahaan memproduksi dan menyerahkan barang, memberikan jasa atau melaksanakan aktivitas lain yang merupakan operasi pokok perusahaan.
2.      Untung ( Gain )
Menurut FASB Gain adalah naiknya nilai equity dari transaksi  yang sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama entity  dan dari transaksi / kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selama satu periode tertentu kecuali yang berasal dari hasil atau investasi dari pemilik.
Untung juga bisa di defenisikan sebagai kenaikan modal saham dari transaksi yang bersifat insidentil dan bukan merupakan kegiatan pokok perusahaan dan dari transaksi lainnya yang mempengaruhi perusahaan selama periode tertentu, kecuali yang berasal dari pendapatan operasional dan investasi oleh pemilik saham
3.      Rugi ( loss )
Menurut FASB Loss adalah turunnya nilai equity dari transaksi  yang sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama entity  dan dari transaksi / kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selama satu periode tertentu kecuali yang berasal dari biaya atau pemberian kepada pemilik.
Rugi juga dapat didefenisikan sebagai penurunan modal saham dari transaksi yang bersifat incidental dan bukan merupakan kegiatan pokok perusahaan dan dari transaksi lainnya yang mempengaruhi perusahaan selama periode tertentu, kecuali yang berasal dari beban operasional dan distribusi ke pemilik saham.
Isi laporan rugi laba biasanya mencakup elemen – elemen seperti berikut :
1.      Pendapatan Operasional Perusahaan
2.      Penjualan Bersih
3.      Harga Pokok Penjualan
4.      Biaya Operasional
5.      Pendapatan dan Biaya lainnya
6.      Biaya Pajak yang berkaitan dengan operasi perusahaan
7.      Item – item luar biasa
8.      Laba Bersih



4.      Laporan Arus Kas
Laporan arus kas merupakan laporan aliran kas yang memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas perusahaan selam periode tertentu.
Laporan arus kas dikelompokkan menjadi :
a.       Aktivitas Operasi, semua transaksi yang melibatkan produksi, penjualan, penyerahan barang atau jasa.
b.      Aktivitas Investasi, semua transaksi yang melibatkan pemberian kredit, pembelian atau penjualan investasi jangka panjang seperti pabrik dan peralatan.
c.       Aktivitas Pendanaan, semua transaksi yang melibatkan transaksi untuk memperoleh dana dan distribusi return ke pemberi dana dan pelunasan hutang.
Aliran kas dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1)      Aktivitas operasi :
Ø  Pengumpulan dari pelanggan
Ø  Bunga atau deviden yang dikumpulkan
Ø  Pembayaran ke Pemasok atau karyawan
Ø  Pembayaran bunga
Ø  Pembayaran pajak pendapatan
2)      Aktivitas Investasi
Ø  Penerimaan Kas dari penjualan investasi pada saham atau obligasi
Ø  Penerimaan Kas dari penjualan bangunan, pabrik, dan peralatan
Ø  Pembayaran untuk investasi pada surat berharga
Ø  Pembayaran untuk pembelian bangunan, pabrik dan peralatan
3)      Aktivitas Pendanaan
Ø  Penerimaan dari emisi surat berharga
Ø  Pembayaran  dividen
Ø  Pelunasan hutang atau obligasi
Ø  Pembayaran untuk membeli saham kembali

BAB II
KESIMPULAN
  

   

DAFTAR PUSTAKA

Syafri, shofyan harahap (2004). Akuntansi Islam, Bumi Aksara, Jakarta
Syafri, shofyan harahap (2008). Kerangka Teori dan Tujuan Akuntansi Syariah, Pustaka Quantum, Jakarta
Jumingan, (2009), Studi Kelayakan Bisnis (Teori & Pembuatan Proposal kelayakan), Bumi Aksara, Jakarta
Arifin, Johar, (2007), Cara Cerdas Menilai Kinerja Perusahaan (Aspek Finansial Dan Aspek Non Finansial) Berbasis Komputer, PT Elex Media Komputindo, Jakarta
http://liak86.multiply.com/journal/item/6
http://zanikhan.multiply.com/journal/item/3593
http://usdeldi.wordpress.com/2009/11/05/materi-konsep-dan-laporan-keuangan-bab-1-2/
FASB (Financial Accounting Standards Board) Dewan Standar Akuntansi Keuangan
APB (Accounting Principles Board) Dewan Prinsip Akuntansi
Ikatan Akuntan Indonesia,http://www.iaiglobal.or.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar